Hujan 

Sep 25

Sudah lama tidak menulis. Kalimat pembuka yang klise dari penulis yang sudah lama tidak menulis. Penulis? Punya buka? Ah jangan terlalu serius kawan. Semua orang yang bisa menulis dan mau menulis adalah penulis tak peduli sudah berapa lama tidak menulis. Ini mau nulis apa sih? Engga cuma mau buat matome.. 😂

Sekira dua minggu lalu ada film bagus di Trans TV judulnya Limitless. Sebagai penikmat film saya termasuk yang bisa tahu film itu bagus atau tidak dari 15 menit scene pertama, tapi kali ini saya terkecoh. Tadinya saya pikir ini film bakal menginspirasi untuk saya yang sudah lama sekali tidak menulis untuk kembali menulis. Scene awal bercerita si tokoh utama-yang saya pun lupa namanya-di kamarnya yang berantakan kesal karena kehabisan ide menulis. Dalam hati ya; ah cocok ini pasti tentang penulis putus asa yang bangkit lagi berkarya. Setelah saya tonton sampai selesai ga salah-salah amat dugaan saya tapi itu hanya sebagian kecil dari kisah besarnya.

Film ini bercerita tentang pil NZT-48. Suatu obat yang 30 detik setelah diminum bisa mengkoordinasikan fungsi-fungsi otak sehingga pemakainya dengan tepat bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Jika bermaksud menulis maka pil itu bisa membuat orang ingat semua buku yang pernah dia baca sehingga dengan mudah dia bisa merangkai kata, seperti mengunduh memori saja. Nah sesi ini ada, dia menulis 1 buku dalam 4 malam saja. Selebihnya film itu lebih banyak bercerita kesuksesan tokoh utama bermain saham berkat NZT-48.

Apakah kebetulan atau tidak kira-kira 2 atau 3 hari setelah saya nonton film itu, dunia maya dan televisi viral tentang sebuah pil bernama PCC, Paracetamol Caffein Corisopodrol. Saya ingat betul berita pertama yang beredar setidaknya ada 30 anak dilarikan ke RS akibat pil itu. Tapi pengakuan pengguna yang lain PCC yang beredar diberita itu sepertinya beda dosis, menurut pengakuannya dia pernah minum PCC lalu dia tidak sadar semua kejadian setelahnya, tapi kata istrinya pada fase yang suaminya bilang tidak sadar itu suaminya melakukan hal-hal normal seperti biasanya. Sampai saya buat status di fb “PCC itu sepertinya NZT-48 yang gagal” 😂

Lupakan. Itu semua cuma narasi, muqodimah. Jadi sebenarnya mau nulis apa? Sabarlah kawan minum dulu.

Saya sempat berpikir sekiranya NZT-48 itu benar ada dan bisa diminum saat dibutuhkan, tidak menimbulkan ketergantungan, dan tidak menyediakan efek samping, serta diramu dari bahan halal saya pasti membelinya. Sudah lama saya kehilangan cara mengkoordinasikan memori-memori saya untuk menjadikanya karya. Bukan hanya soal menulis, tapi pelajaran-pelajaran, pengajian-pengajian, training-training, buku-buku. Semua seperti berlalu saja, tersimpan dan tak tahu dimana mencarinya..

Lalu malam ini saya menyadari tentang bentuk lain NZT-48, fungsinya sama : membangkitkan memori, mengkoordinir fungsi-fungsi otak bahkan perasaan, namanya Hujan. Hujan ini seperti NZT-48 versi herbal, tidak menimbulkan ketergantungan kecuali sesaat, tidak menimbulkan efek samping kecuali kangen. (Saya mau menyelipkan kata “eaaa” tapi enggaklah)

Dan hari ini 24 September 2017 (tepatnya kemarin terhadap saat saya menulis ini) hujan pertama turun setelah sekian lama ditunggu. Ni fotonya :


Cantik kan? Rumputnya..

Pernahkah kamu duduk di teras melihat hujan, mencium aroma tanah akibat percikannya, lalu tubuh merasakan semilir angin basah yang membersamainya? Saat seperti itu Opick ingat satu wajah : Ibu. Saya engga. Sejak punya anak momen yang membuat saya ingat Ibu adalah setiap anak-anak saya melakukan hal-hal yang menjengkelkan yang patut diduga itu juga kelakuan saya waktu kecil. 😂

Baiklah jadi mau nulis apa? Sayangnya sampai sini saya mengantuk, lanjut besok ya..

Bye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *